Arti Cermin Bagi Kehidupan

Sobat hari ini sudah melihat cermin? Sudah berapa kali hari ini Sobat bercermin? Mengapa Sobat ingin dan harus bercermin? Bagaimana jika Sobat satu hari saja tidak bercermin sama sekali dan apa yang akan terjadi?
Mungkin pertanyaan diatas ini terdengar biasa-biasa saja kan Sobat? Aktivitas bercermin sudah menjadi kebiasaan yang sangat lumrah untuk dilakukan oleh siapapun. Akan tetapi, kira-kira kenapa Ane harus menuliskan disini tentang cermin, seberapa pentingkah kiranya cermin bagi kehidupan kita? Let’s cekidot!
Sebagaimana fitrahnya, dibuatnya cermin oleh manusia digunakan untuk melihat diri secara lahiriah. Dengan cermin, seseorang bisa melihat bagaimana keadaan dirinya, sudah keren ataukah belum, sudah cantik ataukah masih kurang enak dipandang mata. Ini sudah menjadi lumrah bagi kita semua, bukan begitu?
Saat seseorang ingin bepergian, kita contohkan itu adalah seorang perempuan yang ingin pergi ke kondangan guna memenuhi undangan pernikahan temannya yang ia diterima. Sebelum berangkat ke sana, kira-kira apa yang ada di benak perempuan tersebut Sobat? Ya betul, apakah perempuan tersebut telah terlihat cantik ataukah belum.
Selanjutnya, bagaimana caranya agar dia bisa terlihat cantik? Berdandan, betul kan. Namun bagaimana caranya perempuan tersebut bisa berdandan dengan baik, maka apa yang ia perlukan? Betul cerminlah yang ia perlukan, bukan begitu Sobat?
Melalui cermin, akhirnya perempuan tersebut bisa berdandan, hingga ia terlihat cantik. Kecantikannya inilah sebagai sumber dari percaya dirinya pergi ke kondangan itu. Nah, bagaimana jika perempuan itu tidak bercermin saat pergi ke sana? Tentunya dia akan asal-asalan dalam berdandan, hingga bisa menurunkan kepercayaan dirinya saat ia berada pada acara kondangan tersebut. Pastinnya hal ini tidak diinginkan oleh siapapun kan Sobat?
Perumpaan diatas hanyalah sekedar membuka pikiran kita, yang sebenarnya ingin Ane sampaikan adalah, bagaimana kita bisa memaknai cermin tidak hanya untuk kepentingan lahiriah saja, akan tetapi juga untuk melihat yang telah terjadi di dalam diri kita yang tak nampak ini.
Mari kita gunakan cermin hati kita, kiranya adakah hal-hal yang telah kita perbuat akan tetapi membuat hati orang lain sakit. Ataukah mungkin ketidak tercapainya target-target yang telah kita torehkan akibat keteledoran dari kita sendiri.
Terlebih hari ini adalah hari terakhir dari bulan November, kiranya apa saja hal-hal yang telah Sobat ingin raih namun tidak tercapai, maka apakah penyebabnya? Kemudian target apa yang ingin Sobat tulis untuk bulan Desember? Agar terhindar dari pengulangan kesalahan yang sama apa yang kita perlukan Sobat? Ya betul, saat ini kita semua perlu untuk merefleksi diri kita masing-masing.
Kastolani
Kastolani

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar