Kasus Penyelundupan Narkoba

Dear Sobat,
Sum3a.com. Penggunaan obat-obatan terlarang dengan tujuan bukan untuk pengobatan, seperti mengonsumsi narkoba untuk mendapat kesenangan merupakan salah satu tindak kriminal. Penyalahgunaan obat-obatan ini harus dihindari dan ditinggalkan, karena masih banyak cara untuk mendapat kesenangan ketimbang melalui jalan kriminal ini. Akan tetapi, karena tingginya jumlah pengguna narkoba, pada akhirnya dijadikan sebagai bisnis yang sangat menjanjikan dan menguntungkan.
Dalam melancarkan bisnis ini, berbagai macam cara pendistribusian pun dilakukan. Seperti yang ditulis dalam berita terbaru narkoba Sindonews, pada bulan November ini saja, sedikitnya ada tiga macam cara penyelundupan yang dilakukan oleh pendistribusi narkoba. Ada orang yang menyelundupkan paket sabu menggunakan kue bika ambon, pembalut dan kemasan teh.
Dalam kasus penyelundupan paket sabu menggunakan kue bika ambon, Polsek Sebrida dari Kabupaten Indragiri Hulu berhasil menggagalkan upaya pengiriman barang tersebut. Dalam proses penangkapan, Petugas Polsek Sebrida berhasil menangkap satu orang penerima paket, atas nama Hendri Sutikno (34). Dari penerima paket sabu ini, disita barang bukti sebanyak tiga paket sedang sabu yang diselipkan ke dalam bika ambon.
Humas Polres Inhu, Iptu Deni Yusra menjelaskan bahwa dalam upaya penyelundupan paket, dilakukan melalui bus PT RAPI dari kota Medan Sumatera Utara. Petugas yang memperoleh informasi bahwa akan ada penyelundupan langsung mengadakan pengintaian.
Saat Bus yang membawa paket itu berhenti di loket RAPI, tepatnya di Kelurahan Kasai, tidak lama berselang datang dua orang yang mengendarai sepeda motor guna mengambil paket di loket tersebut. Petugas pun berhasil menangkap satu orang pelaku, namun satu orang lainnya berhasil melarikan diri, dan masih dalam pengejaran. Kasus ini pun masih diselidiki dari siapakah paket sabu itu berasal.
Dalam kasus penyergapan membawa sabu menggunakan pembalut, terjadi di terminal kedatangan luar negeri Bandara Internasional Kualanamu (KINA). Sabu dibawa oleh Muliana (24), seorang warga Belawan. Dia sampai di KNIA menggunakan pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 103 dari Penang, Malaysia menuju Kualanamu.
Saat tiba melintasi pemeriksaan di pintu X-Ray Bandara, tersangka melakukan gerak-gerik yang mencurigakan petugas, petugas pun memeriksa tersangka. Alhasil, petugas berhasil menemukan 15 gram sabu yang diletakkan di celana dalam tersangka yang dibungkus dengan pembalut. Pembalut yang digunakan oleh tersangka telah diberi cairan merah seperti darah dengan bau yang menyengat, dengan tujuan agar dapat mengelabui petugas maupun anjing pelacak.
Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa pelaku membawa sabu atas perintah B. Sementara B mendapatkan barang itu dari A yang berasal dari negara Malaysia. Selain memeriksa tubuh pelaku, petugas juga mengecek isi dari tas pelaku. Hasilnya petugas Bea dan Cukai Kualanamu menemukan sebanyak 197 butir happy five dan 390 ekstasi.
Dalam kasus pengiriman sabu menggunakan kemasan teh, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri berhasil menggagalkan pengiriman sabu seberat 20,5 kilogram asal Pelabuhan Sei Rengit, Johor Bahru Malaysia. Petugas menggagalkannya di tepi Pantai Kawasan Tanjung Bemban, Nongsa, Batam.
Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan dua orang tersangka (Tekong dan ABK) yang membawa sabu seberat 20,5 kilogram yang telah dibungkus dalam 20 kemasan Teh China. Petugas pun mengamankan speed boat, dua motor dan alat pancing milik pelaku sebagai barang bukti. Dalam proses penangkapan, petugas menggunakan teknologi dan bekerjasama dengan berbagai pihak.

Bagi Sobat yang ingin mendapatkan berita narkoba lainnya, Sobat bisa baca berita terbaru narkoba Sindonews, dijamin di sana Sobat akan menemui berita narkoba terupdate lainnya.
Kastolani
Kastolani

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar