(2) Kemampuan Menulis

Oleh:   Kastolani Kastolani   |   12/25/2016 04:45:00 AM
Pada kesempatan pertama dari awal bulan Desember, kita telah membicarakan mengenai pentingnya seseorang guna memiliki kemampuan public speaking yang baik. Saat ini, kita akan melanjutkannya dengan perbincangan tentang 8 soft skill yang harus kamu punya versi kedua, yakni memiliki kemampuan menulis.
Sobat, sebagaimana yang telah kita ketahui, menulis sudah menjadi aktivitas umum di kala kita mengenyam pendidikan tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Namun, sampai manakah kita memaknai keterampilan ini? Apakah hanya sebatas menulis kembali hal-hal penting yang disampaikan oleh guru maupun dosen kita, atau lebih daripada itu.
Sudut pandang setiap orang terhadap keterampilan menulis sangatlah beragam. Ada yang memandangnya sebagai aktivitas menyenangkan hingga membosankan. Bagi yang beranggapan bahwa menulis adalah aktivitas menyenangkan, menulis bagaikan menorehkan sejarah bagi diri sendiri. Mengapa begitu? Karena sangat disadari, tulisan yang kita torehkan saat ini, akan tetap bisa dikenang oleh para anak cucu kita.
Berbeda dengan aktivitas menulis, keterampilan berbicara di depan umum memang sangat mudah mempengaruhi pola pikir seseorang maupun suatu kalangan, namun sifatnya tidaklah lama. Omongan yang dilontarkan seseorang, tentu sedikit demi sedikit akan dilupakan oleh orang lain. Akan tetapi, omongan bisa terus diingat, bagaimana caranya? Ya betul, dengan menulis isi omongan tersebut, maka niscaya akan selalu diingat oleh mereka.
Sobat, mungkin di kemudian hari kita akan menjadi orang-orang yang hebat dan akan diundang di acara ini dan itu. Maka, setiap apa yang kita sampaikan hendaknya untuk dicatat agar apa yang kita ucapkan akan terus melekat, baik di benak kita maupun para peserta. Nah sobat, melalui suatu tulisan, kita bisa dikenang dan diingat, bukan begitu?
Menulis memang tidaklah mudah, mungkin tersendat karena tidak memiliki inspirasi akan hal-hal yang bisa kita tulis, ataukah disebabkan kesibukan hingga kita tak mampu. Apapun alasannya, lihatlah sobat karya-karya tulis milik orang-orang besar, sungguh begitu banyak karyanya. Pertanyaan bagi kita, apakah mereka tidak sibuk hingga mampu menghasilkan karya sedemikian banyaknya? Tentu saja mereka sibuk, namun mereka selalu menyempatkan diri untuk menulis, bagaimana dengan Anda?
Mengawali diri untuk aktif menulis tidaklah mudah, karena banyak hal yang perlu dipersiapkan, dan yang paling utama adalah sejauhmana komitmen untuk terus menerus melatih diri kita dalam mengembangkan keterampilan menulis. Menulis hanya beberapa jam dalam satu minggu saja, itu lebih baik dibandingkan menulis satu minggu penuh lalu meninggalkannya oleh karena jenuh. Percayalah, sedikit demi sedikit, lama kelamaan akan menjadi bukit, sobat.
Menulis tidak harus menunggu waktu kita merasa menguasai secara sempurna sesuatu yang akan kita tuliskan. Jika hal ini terjadi pada kita, maka akan mempengaruhi konsistensi kita dalam menulis. Bisa saja kita akan mengatakan tidak mood dan merasa bosan untuk menulis. Sehingga yang perlu kita lakukan adalah learning by doing. Ya betul, belajar sambil mengerjakan akan sedikit demi sedikit menambah pengetahuan kita, hingga kita akan menguasai materi yang pada awalnya bukanlah topik kesukaan jati diri kita.
Mengasah kemampuan menulis secara terus menerus, pasti akan membantu meningkatkan kualitas tulisan kita. Tunggu apalagi sobat, tulislah apapun yang kamu suka. Tidak perlu menunggu alasan ini dan itu untuk terus berkarya. Keep spirit!

Tampilkan Komentar