(4) Be a Problem Solver

Kehidupan yang dilalui oleh setiap insan tak akan pernah lepas dari berbagai macam permasalahan. Permasalahan yang muncul tergantung dari aspek-aspek yang mempengaruhi, seperti permasalahan dalam suatu keluarga, dimana seorang bapak diharuskan mendidik anaknya yang nakal, menjadi anak yang terkontrol.
Apapun masalah yang menghinggapi pada diri kita, bagaimanakah seharusnya kita menyikapi dan bertindak? Apa yang akan sobat lakukan jika sedang dirundung sebuah masalah? Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang berusaha untuk melarikan diri darinya ya.
Ketika suatu permasalahan menghantui kita, maka yang perlu kita lakukan adalah menyikapinya dengan rasa positif. Hendaknya kita memandang bahwa permasalahn yang datang, tidak untuk membunuh karir kita, namun dia datang sebagai pengukur kepantasan kita dalam menghadapi permasalahan.
Sungguh disayangkan, terdapat sedemikian orang di luar sana yang tidak kuat dalam memecahkan permasalahan tapi ingin cepat menyelesaikannya. Berbagai macam cara pun ditempuh orang guna mencari jalan pintas menyelesaikan masalah, ada yang melarikan diri, selalu menghindar, menyendiri bahkan bunuh diri. Sungguh sikap ini bukanlah suatu tindakan terpuji.
Seberat apapun permasalahan yang ada, mesti ada celah didalamnya. Oleh karena itu, siapapun yang sedang dihinggapi permasalahan, maka sikap optimis perlu ditumbuhkan. Selain itu, kita juga perlu menyikapinya dengan serius, yakni memperhatikan setiap detail permasalahan, namun tidak bersikap lebay terhadapnya.
Memposisikan diri sebagai pemecah masalah atau dalam bahasa kerennya problem solver bisa menjadi kunci dari permasalahan. Membiarkan diri terus menerus dikurung oleh masalah bukanlah hal baik, justru kita harus berusaha untuk segera keluar dari kekangan.
Menjadi sosok problem solver tidaklah mudah, karena banyak orang yang berusaha sebagai problem solver, ternyata dia terjebak dalam nafsu hingga menjadi emosional, bukan membantu terselesaikannya masalah, malah menambah masalah.
Memposisikan diri sebagai problem solver memerlukan tingkat kejelian dan pemahaman yang baik terhadap masalah. Selain itu, yakin terhadap pengambilan keputusan juga sebagai faktor keberhasilan sebagai problem solver. Oleh karena itu, saat bertindak sebagai problem solver, otak harus lebih diutamakan dibandingkan emosi. Sebagaimana dikatakan oleh orang bijak, pikiran boleh panas, namun hati harus tetap dingin. Setujukah dirimu sobat akan hal ini?
Kastolani
Kastolani

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar