Peran Tanoto Foundation dalam Melahirkan Peneliti Kehutanan untuk Menjaga Hutan Indonesia

Oleh:   Kastolani Kastolani   |   12/27/2016 01:15:00 AM
Menurut data yang dirilis oleh CIA’s World Factbook 2011, Indonesia berada di urutan kesembilan dalam daftar negara dengan luas hutan terbesar di dunia. Bersyukur sekali kan bisa tinggal di negara dengan hutan yang luas dan tanah yang subur?
Sayangnya, luas hutan di Indonesia terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Fakta tersebut menggerakkan Tanoto Foundation, sebuah yayasan yang didirikan oleh pengusaha Sukanto Tanoto untuk berusaha ikut membantu menjaga kelestarian hutan dengan cara melahirkan para peneliti kehutanan dari negeri kita.
Tanoto Foundation mewujudkan misinya dengan mendirikan Tanoto Forestry Information Center (TFIC) di Institut Pertanian Bogor (IPB). Tujuan dari didirikannya TFIC adalah sebagai wadah untuk pengembangan penelitian dan penyebaran pengetahuan ilmu kehutanan, baik dari para peneliti dari negeri kita maupun peneliti asing
Sebagai pendiri Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto sendiri memang tahu persis manfaat hutan bagi negeri kita. Beberapa bisnisnya secara langsung terkait dengan sumber daya alam sehingga ia sangat memahami manfaat dari hutan yang lestari. Ia juga sangat mendukung kerjasama Tanoto Foundation dengan perguruan tinggi terkait hal ini.
“Perusahaan swasta punya tanggung jawab untuk ikut memajukan dunia ilmu pengetahuan di Indonesia. Apalagi Indonesia, kaya akan sumber daya alam. Hutan merupakan salah satu aset terbesar bangsa ini. Tentu perlu dikelola dan rawat oleh orang yang memang paham dan menguasai ilmu kehutanan,” ucap Sukanto Tanoto.
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir mengapresasi langkah Tanoto Foundation dalam mendirikan TFIC. Menurutnya TFIC bisa menjadi instrumen utama penelitian, analisis, dan menyusun langkah strategis yang diperlukan dalam pelestarian hutan di Indonesia. Ia juga berharap TFIC juga berkembang sebagai sarana networking dan kolaborasi antara pelaku kehutanan nasional dan internasional.
Apresiasi senada juga diungkapkan oleh Rektor IPB, Herry Suhardiyanto. Menurut Hery, keberadaan TFIC sangat penting. “Saya juga berharap dengan adanya Tanoto Forestry Information Center, penelitian yang berorientasi pada pengelolaan hutan dapat terus dapat dilakukan,” ucap Herry.
Di dalam TFIC memang tersedia beragam informasi terkait kehutanan Indonesia. Di lantai satu gedung terdapat panel dan video mengenai kehutanan dan keanekaragaman hayati di Indonesia. Sementara itu, lantai dua merupakan area e-library yang memiliki akses terhadap ratusan jurnal internasional dalam bidang kehutanan serta mini auditorium untuk kegiatan kuliah atau seminar. Bersamaan dengan itu di lantai yang sama juga ada panel dan video tentang manajemen hutan yang baik.
Keberadaan TFIC rupanya telah menarik berbagi pihak untuk mendalami penelitian kehutanan. Hingga Desember 2015, sekitar 1.900 mahasiswa dan 120 dosen IPB telah merasakan manfaat dengan keberadaan TFIC. Tentu saja ini selaras dengan harapan Tanoto Foundation dan perusahaan Sukanto Tanoto yang mendukung pendiriannya.
“Pada akhirnya, diharapkan berbagai aktivitas dilaksanakan dalam lembaga ini sebagai jalan bagi lahirnya ilmuwan dan praktisi kehutanan yang unggul di tingkat internasional,” kata Sukanto Tanoto.
Hutan yang lestari pasti akan membantu mengarahkan masa depan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. Inilah misi utama yang ingin diraih oleh Tanoto Foundation.

Tampilkan Komentar