Investasi Selagi Muda? Mengapa Tidak!

Oleh:   Kastolani Kastolani   |   1/07/2017 01:06:00 PM
Masa muda merupakan masa-masa dimana hati seakan-akan selalu merasa menggebu-gebu untuk melakukan hal-hal yang diinginkan. Bahkan kadang-kadang, selalu ada hasrat untuk melakukan kegiatan yang cukup membahayakan diri sendiri. Inilah sebagian gejolak yang terjadi pada jiwa muda-mudi, tak dapat dihindari, namun harus tetap terkendali.

Para sobat yang budiman, mungkin saat ini kamu sedang berada dalam fase muda, kiranya apa yang akan kamu lakukan dalam fase ini? Sudahkah kamu tulis dalam catatan mudamu guna mempersiapkan masa setelah muda, yakni masa tuamu? Masa muda berleha-leha, namun bagaimana dengan masa tua? Jangan sampai kita nantinya termasuk orang yang meronta-ronta, karena sungguh tak enak untuk dirasa.

Menuliskan cita-cita untuk menjadi seseorang yang diimpikan, memang suatu keharusan yang mesti dilakukan. Setelah menjadi sosok yang diimpikan, maka pundi-pundi uang pun berdatangan. Dengan uang tersebut, kita dapat berjalan-jalan, membeli segala kebutuhan dan makan enak di restoran.

Di balik itu semua, kita merasa bergembira, namun ternyata sungguh tak terasa, uang yang telah kita punya, habis begitu saja layaknya hilang tanpa ada jejaknya. Dengan kebiasaan seperti ini, apakah kita telah siap menghadapi masa tua? Sobat sendiri tentu sudah tahu jawabannya.

Menuai penghasilan dari suatu pekerjaan, tentu hal tersebut sangat diharapkan, mengingat dengan penghasilan, seseorang dapat menemukan kesejahteraan, meskipun tak secara keseluruhan. Bijak dalam menggunakan penghasilan, yakni sesuai dengan proporsional harus diutamakan. Sikap boros pengeluaran, sungguh kebiasaan yang berlebihan, dan mesti kita hindarkan dan tinggalkan. Sobatku yang budiman, masa tua juga perlu perhatian, mari kita persiapkan.
Investasi selagi muda sebagian dari penghasilan merupakan salah satu langkah cemerlang yang bisa kita lakukan untuk menjaga masa tua tetap dalam ruang lingkup kesejahteraan. Seberapa pun jumlah penghasilan, hendaknya sebagiannya untuk disisihkan, dengan begitu masa tua kita tetap akan terjamin. Semakin dini persiapan, maka semakin ringan pula beban.

Bentuk investasi selagi muda cukup beragam, diantaranya kita dapat melakukan investasi reksa dan investasi saham. Pertama, investasi reksa adalah mempercayakan sejumlah uang kepada perusahaan Manajer Investasi (MI) guna diinvestasikan pada berbagai instrumen pasar modal. Dengan investasi ini, tentu kita akan mengharapkan untuk mendapat keuntungan dari hasil secara optimal.

Kedua, investasi saham. Investasi bentuk ini merupakan menanamkan sejumlah modal yang berkaitan dengan perihal pembelian dan penyimpanan saham pada suatu pasar modal. Pada kasus investasi ini, investor akan mengharapkan adanya dividen dan capital gain.

Mungkin saat ini sobat sedikit mulai berpikir tentang berinventasi untuk hari depan. Namun perlu diketahui sobat, banyak orang yang telah mencoba langkah ini namun mereka tidak berhasil dan tak membuahkan hasil. Mengapa hal ini bisa terjadi? Berikut ini adalah hal-hal yang perlu kamu hindari saat berinvestasi:

Kamu adalah investor bukan Trader
Perlu kesabaran untuk kita dapat menuai hasil dari investasi yang kita gelontorkan. Berbeda dengan trader yang dapat dengan segera menjual suatu barang saat harga sedang naik-naiknya untuk mendapat keuntungan yang melimpah dalam jangka waktu yang singkat.

Suka menunda hingga menjadi tak konsisten
Pandangan bahwa masa tua masih dapat ditunda merupakan suatu penyakit yang menggerogoti para investor abal-abal. Dengan sikap menunda ini akhirnya investor macam ini pun menjadi tak konsisten hingga ia tak menuai apa-apa dari apa yang dia tanam.

Terlalu cepat merasa puas
Saat mendengar bahwa investasi seorang investor akan mengeluarkan suatu hasil, terkadang ada sebagian investor yang cepat merasa puas dengan hasil tersebut. Saat itu terjadi, investor ingin dengan segera menjual sahamnya karena memang pada saat itu harga sedang naik dan dia takut keesokan harinya harga akan turun.

Tampilkan Komentar