Memahami Pentingnya Jasa Notaris

Notaris merupakan sebuah sebutan profesi untuk seseorang yang telah mendapatkan pendidikan hukum yang dilisensi oleh pemerintah untuk melakukan hal-hal hukum, khususnya sebagai saksi penandatanganan pada dokumen. Bentuk profesi notaris berbeda-beda tergantung pada sistem hukum. Jabatan notaris ini tidak ditempatkan di lembaga eksekutif, legislatif, ataupun yudikatif. Notaris diharapkan memiliki posisi netral, sehingga apabila ditempatkan di salah satu dari ketiga badan negara tersebut maka notaris tidak lagi dapat dianggap netral. Dengan posisi netral tersebut, notaris diharapkan untuk memberikan penyuluhan hukum untuk dan atas tindakan hukum yang dilakukan notaris atas permintaan kliennya.
Notaris merupakan salah satu profesi yang mempunyai karateristik tersendiri dibandingkan profesi lain seperti : Advokat, jaksa, arbirter dan hakim. Dimana tugas notaris adalah membantu orang-orang yang mempunyai masalah hukum.
Dalam pengertian Notaris, tersirat bahwa Notaris berwenang untuk membuat akta otentik, hanya apabila hal itu dikehendaki atau diminta oleh yang berkepentingan, hal mana berarti bahwa Notaris tidak berwenang membuat akta otentik secara jabatan (ambtshalve). Wewenang Notaris dinyatakan   dengan    perkataan-perkataan    “mengenai    semua    perbuatan, perjanjian, dan ketetapan”.
Secara umum notaris dapat diartikan sebagai pejabat umum yang berwenang dalam pembuatan akta otentik dan kewenang lainnya sebagaimana dimaksudkan oleh undan-undang dan harus menjalankan jabatannya sesuai dengan ketentuan dan kode etik yang berlaku.
Agar dapat menjalankan profesi tersebut atau membantu orang-orang yang mempunyai permasalahan hukum, maka seseorang yang menjalankan profesi tersebut membutuhkan keahlian khusus sebagai salah satu prasyarat untuk menjadi profesional dalam profesi tersebut.
Dalam pasal 1 Peraturan jabatan Notaris dikemukakan bahwa Notaris adalah pejabat umum satu-satunya yang berwenang untuk membuat akte otentik mengenai semua perbuatan, perjanjian, dan penetapan yang diharuskan oleh suatu peraturan umum atau oleh yang berkepentingan dikehendaki untuk dinyatakan dalam suatu akte otentik, menjamin kepastian tanggalnya, menyimpan aktenya dan memberikan grosse, salinan, dan kutipanya, semuanya sepanjang akte itu oleh suatu peraturan tidak juga ditugaskan atau dikecualikan kepada pejabat atau orang lain. Dalam menjalankan profesinya Notaris mendapat ijin praktek dari Menteri Kehakiman, dan dalam hal ini pekerjaan adalah membuat akta otentik.
Syarat untuk dapat diangkat menjadi Notaris sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Undang-Undang No. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris adalah:
1.    Warga negara Indonesia;
2.    Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
3.    Berumur paling sedikit 27 tahun;
4.    Sehat jasmani dan rohani;
5.    Berijazah sarjana hukum dan lulusan jenjang strata dua kenotariatan;
6.    Telah menjalani magang atau nyata-nyata telah bekerja sebagai karyawan Notaris dalam waktu 12 bulan berturut-turut pada kantor Notaris atas prakarsa sendiri atau atas rekomendasi Organisasi Notaris setelah lulus strata dua kenotariatan; dan
7.    Tidak berstatus sebagai pegawai negeri, pejabat negara, advokat,  atau tidak sedang memangku jabatan lain yang oleh Undang-Undang dilarang untuk dirangkap dengan jabatan Notaris.
Kebutuhan akan jasa notaris merupakan hal yang tidak terelakkan dalam dunia bisnis dengan kebutuhannya yang berbeda-beda, mulai dari pendirian PT (Perusahaan Terbuka), pembuatan akta, legalisasi dokumen, waarmerking, dan jasa legalitas yang berhubungan dengan kebutuhan dokumen pribadi seperti akta waris, akta hibah, balik nama sertifikat, dan yang lainnya.
Dalam membantu pengurusan legalitas bisnis, mutlak diperlukan akta notaris untuk pendirian badan usaha. Jasa notaris dibutuhkan untuk mempersiapkan akta pendirian PT atau CV serta badan usaha lainnya. Yang penting, harus bisa menentukan terlebih dahulu badan usaha yang sesuai dengan bisnis anda.
Jasa lainnya yang dapat diberikan notaris adalah perubahan anggaran dasar PT, Waarmerking, hingga pembuatan akta perjanjian. Untuk perubahan anggaran dasar ini dibuatkan sehubungan dengan agenda pergantian direksi, komisaris, pemegang saham, perubahan bidang usaha hingga peningkatan modal.
Dalam melakukan tugas profesionalnya seorang notaris harus mempunyai integritas moral, dalam arti segala pertimbangan moral harus melandasi pelaksanaan tugas-tugas profesionalnya. Notaris secara profesional harus bersedia memberikan bantuan hukum (membuat akte otentik) kepada pihak ketiga atau klien tanpa membeda-bedakan agama, kepercayaan, suku, keturunan, kedudukan sosial, atau keyakinan politiknya tidak semata-mata untuk mencari imbalan materil, tetapi terutama untuk turut menegakan hukum, keadilan, dan kebenaran dengan cara yang jujur dan bertanggung jawab. Notaris dalam melakukan tugas jabatanya memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat yang memerlukan jasanya dengan sebaik-baiknya, serta memberikan penyuluhan hukum untuk mencapai kesadaran hukum yang tinggi dalam masyarakat agar masyarakat menyadari dan menghayati hak dan kewajibanya sebagai warga Negara dan anggota masyarakat.
StarOfService memiliki daftar jasa notaris yang terpercaya, di semua kota tempat domisili anda. Harapan kami, anda mendapatkan notaris sesuai dengan yang anda inginkan, dan memiliki sertifikat legal atas profesinya agar nantinya pengurusan legalitas seperti pembuatan CV dan PT dapat dijalankan dengan cepat, mudah dan terpercaya.
Kastolani
Kastolani

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar