Pola Asuh Anak Balita yang Benar

Halo para Ibu, bagaimana kabar anak Anda? Apakah dia sekarang jadi tambah rewel setelah tumbuh menjadi lebih besar? Semoga dia tumbuh sehat dan selalu ceria ya bu.

Membicarakan topik tentang pengasuhan balita, maka bagi sebagian ibu muda mungkin akan agak sedikit kelabakan dan kerepotan dalam mengasuh anak pertamanya. Hal ini bisa saja disebabkan tingkah laku si kecil yang hyper active hingga ibu tak sanggup menangani balita sendirian.
Photo by vemale.com
Agar dapat memudahkan ibu dalam pengasuhan balita, maka ibu boleh mencari tentang info ibu dan balita di buku, majalah maupun internet.

Salah kaprah dalam menangani balita tentu dapat menimbulkan dampak negatif. Misalkan saja, orang tua yang selalu memberikan kenyamanan fasilitas bagi anaknya agar dia tidak terus-terusan menangis, tanpa ingin mengetahui seluk-beluk sebab si balita menangis.

Memberikan segala apa yang anak inginkan, maka hal ini tidak selalu baik dalam proses mendidik anak. Sebagai orang tua, tentu harus berhati-hati dalam mendidik, karena setiap didikan terhadap anak akan berdampak besar bagi kehidupan anak pada masa depan.

Oleh karena itu orang tua perlu melakukan beberapa tips di bawah ini, agar si kecil tidak manja, tidak keras kepala, namun mandiri.
1.      Tidak menuruti semua keinginan anak
Sekalipun Anda sangat mencintai anak Anda, menuruti setiap kemauannya tentu bukanlah jalan yang tepat untuk mendidiknya. Terlalu sering mengikuti permintaan anak, justru akan membuatnya manja serta akan selalu bergantung kepada orang lain.

Kebiasaan meng-iya-kan kehendak anak akan berdampak pada pola pikirnya yang tidak mau mandiri dan malas karena selalu berpikir ada orang tua yang akan memenuhi segala yang diimpikannya.

Jauh sebelum itu terjadi, maka orang tua pun perlu untuk membiasakan diri anak agar dia mengerjakan tugasnya mandiri dengan tujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab pada dirinya. Dengan kebiasaan ini, diharapkan di masa depan dia akan tumbuh menjadi anak yang peduli dan bertanggung jawab.

2.      Tidak sering melarang anak
Ambisi anak untuk mengetahui maupun mengerjakan setiap apa yang dia inginkan terkadang membuat anak ingin melakukannya dengan leluasa. Ketakutan pun menghinggapi orang tua anak yang khawatir terhadap keinginan si kecil yang bisa saja membahayakan dirinya.

Sebab itulah kemudian orang tua sering memberikan larangan kepada anak dan membatasi gerak-geriknya. Padahal, jika anak dilarang justru dapat lebih memicu dirinya untuk terus mengejar apa yang dia inginkan.

Karena itu diperlukan komunikasi dua arah, dimana orang tua memberirahunya tentang resiko yang dapat terjadi kepadanya, lalu memintanya untuk berhati-hati.

3.      Mengajari anak tidak berbohong
Mengajari anak agar selalu terbuka tentang keadaannya dalam segala hal, baik itu menyangkut mengenai perasaannya maupun kendala yang dihadapinya. Cara ini merupakan salah satu cara mendidik anak untuk bertindak jujur dalam kehidupannya.

4.      Tidak menghukum anak dengan kekerasan
Menghukum anak dengan memukulnya memang terkadang sangat efektif untuk membuat anak diam dan menuruti perkataan orang tua. Sikap ini mesti dihindari oleh orang tua dalam mendidik anak.

Sikap tegas, memarahi serta memukul anak, tak perlu dilakukan karena hal ini dapat melukai fisik dan emosi anak. Namun yang perlu dilakukan orang tua adalah dengan memberikan pengertian kepada anak tentang kesalahan yang dilakukannya dengan bahasa yang dapat dia fahami, tanpa harus memarahinya.

5.      Penuh kasih dan perhatian
Anak yang diberi rasa penuh kasih dan perhatian yang dilimpahkan oleh orang tua, maka akan membuat anak merasa nyaman dan bahagia terhadap orang tua. Tentu perhatian yang diberikan, disesuaikan dengan proporsional dan tak berlebihan.

Di atas tadi merupakan salah satu contoh dari pengetahuan tentang info ibu dan balita, masih banyak lagi informasi lainnya yang dapat kita ketahui. Sehingga kita perlu untuk membaca lagi dan lagi, karena beda gejala berbeda pula obat penawarnya.
Kastolani
Kastolani

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar